Dulu, kau janjikanku kebahagiaan
Dulu, kau pujukku dengan keasyikan
Dulu, kau berikanku keseronokan
Dulu, kau hulurkan segala yang ku inginkan
Tapi, itu dulu
Kini, ku sedari bahwa kau penipu
Kini, ku tahu yang kau pembohong
Kini, ku saksikan yang kau hanyalah angan-anganku ketika zaman kanak-kanakku
Aku sedar
Aku dihanyutkanmu
Aku dilambung-lambungmu
Aku diangkat-angkatmu
Itu semua hanyalah permainanmu
Ketika ku ikutimu
Aku sentiasa mahukan yang baru
Yang lebih memberi kepuasan
Yang lebih menghayalkanku
Yang mampu membawaku ke dunia yang baru
Tapi
Dimana pengakhirannya?
Kini kurasakan bahwa
Kau tak mampu berikanku kepuasan
Kau tak mampu hulurkanku ketenangan
Apa yang ku tahu
Hatiku kesepian
Sunyi dan kelam
Di malam yang gelap
Ada sesuatu yang kosong dihatiku
Sesuatu yang ingin untuk diisi
Sesuatu yang rela dibentuk
Sesuatu yang sedang meronta-ronta
Untuk keluar sambil menjerit
Aku disini! Aku disini! Aku disini!
Tapi malangnya
Kau kau katakan bahwa itu hanyalah halusinasiku
Kau sorokkan bunyi itu daripadaku
Kau sembunyikan keinginanku itu
Kemudian kupercaya kata-katamu itu
Lalu ku hanyut dalam belaianmu
Sehingga suatu ketika
Aku duduk bersendirian
Beruzlah dengan Tuhanku
Berdiam jauh dari hiruk pikuk
Dunia yang melalaikan
Ku sadari
Ku telah tergelincir
Dari jalan yang lurus
Ku telah ternodai
Olehmu si bangsat!
Yang dulu kusangka kawanku
Kini kuucapkan
Selamat tinggal kepada dirimu
Selamat tinggal kepada diriku yang dulu
Kini aku adalah aku yang baru

0 comments:
Post a Comment